blogger, orange iconfacebook icontwitter iconhttp://akhsa.files.wordpress.com/2010/01/logo-koprol.png?w=150&h=78plurk icon friendster icon
[tutup]

Sabtu, 07 Agustus 2010

Tablet PC Chip Hasil Penggabungan Notebook dan PC Desktop

Komputer telah menempuh perjalanan panjang, dari PC desktop biasa menjadi laptop / notebook dan yang terakhir tablet. Semuanya tentu didesain untuk membuat pekerjaan kita lebih mudah dan lebih cepat dengan kesempurnaan yang tepat, menghemat banyak waktu serta usaha.

Ketiga bentuk perangkat komputasi tersebut memiliki karakteristik mereka sendiri, sementara desktop sangat ideal untuk kantor reguler / home digunakan, notebook untuk presentasi atau bekerja di mana saja dan tablet memungkinkan pekerjaan yang sangat pribadi di mana saja, kapan saja.

Nah kali ini, untuk menggabungkan fitur desktop, laptop dan komputer tablet, desainer Shyam Balasubramanian telah mengembangkan sebuah komputer multifungsi yang memungkinkan fleksibilitas yang tinggi untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Nama perangkat ini diberi nama “Chip” yang menyajikan tablet PC dengan layar dapat dilepas yang memisahkan dari PC menjadi tablet untuk penggunaan pribadi, sedangkan keyboard berengsel memungkinkan fleksibilitas yang tinggi untuk memenuhi tujuan yang berbeda dan kebutuhan pengguna.

Ayo kita lihat hasil desain tersebut.


(sumber)

Pura Bawah Laut di Bali

http://www.detiknews.com/images/content/2010/08/04/10/candi-Dalam.jpg

Misteri candi di bawah laut yang berada di Pemuteran, Bali, akhirnya terpecahkan. Bangunan yang mirip pura di Pulau Dewata itu ternyata terumbu karang buatan, bukan peninggalan purbakala. Nama ‘kompleks’ terumbu karang mirip candi itu adalah Taman Pura atau Temple Garden.

Penjelasan tentang hal itu bisa diikuti di situs www.globalcoral.org dan divingathletic.com. Proyek yang dirintis sejak tahun 2000 itu sengaja dibuat untuk merevitalisasi terumbu karang di Pemuteran yang rusak. Di lokasi itulah Taman Pura berdiri.

Proyek ini bermula dari keprihatinan warga sekitar termasuk para ekspatriat, melihat terumbu karang yang rusak oleh perilaku pencari ikan yang menggunakan bahan peledak.

Proyek pertama dilakukan oleh Dr Thomas Goreau dan Profesor Wolf Hilbertz yang bekerja sama dengan sejumlah penyelam. Mereka membangun tempat perawatan koral pertama di depan Pondok Sari Hotel.

Proyek yang dinamai The Karang Lestari Project ini terus dikembangkan dengan donasi pebisnis lokal, hotel-hotel, toko-toko penjual alat-alat menyelam maupun USAID. Diharapkan, proyek ini dapat menarik minat turis sehingga dapat memperbaiki ekonomi warga Pemuteran.

Sebelumnya foto-foto Taman Pura menjadi perbincangan di situs mikroblogging Twitter. Pejabat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata belum mengetahui soal keberadaan Taman Pura dan malah akan menemui pakar telematika untuk mengetahui keaslian foto-foto itu.

Pupus sudah harapan Indonesia menemukan peninggalan Atlantis dari Timur. Candi bawah laut yang terdapat di Barat Laut Bali itu ternyata bikinan duo bule: Chris Brown dan Paul Turley. "Baru lima tahun, bukan ratusan tahun," kata Turley, terbahak, Kamis (5/8).



Berikut kutipan wawancara Tempo dengan pria Inggris berusia 43 dan beristri warga Bali itu.



Bagaimana ide membangun candi bawah laut bisa muncul?


Itu sebenarnya ide sahabat saya Chris Brown. Idenya sudah lama, tapi tidak ada dana. Dana baru ada pada 2005 setelah AusAid mau membiayai proyek itu sebagai upaya melestarikan terumbu karang di Bali.



Bagaimana cara membangunnya?


Di Bali banyak pengrajin yang membuat pura siap angkut. Kami membelinya, buat platform beton, lalu menenggelamkannya ke dasar laut di Pemuteran Bali. Gerbang pura yang gambarnya beredar di internet berada di kedalaman 30 meter, dan patung-patung kecil di kedalaman 15 meter. Kami tidak menyebutnya candi, tapi garden temple (taman pura)



Berapa lama mengerjakannya?


Bukan kerja yang mudah. Kami butuh 4 bulan untuk membangunnya, dengan melibatkan sampai 10 orang penyelam.



Biayanya?


Wah, saya tidak enak sama AusAid.



Apa gunanya pura di bawah laut?


Itu bagian dari PET, Pemuteran Environment and Community Trust. Program donasi untuk melestarikan perairan Pemuteran. Donasi minimum adalah Rp 20 ribu per penyelam dan Rp 10 ribu bagi pengapung (snorkeler). Lokasi temple garden biasa kami gunakan untuk melatih penyelam yang ingin meraih level advance.



Berapa banyak pengunjungnya?


Saya tidak menghitung. Tapi biasanya tiap akhir pekan saya membawa tamu ke sana.



Kenapa baru heboh sekarang?


Saya juga tidak tahu. Saya baru tahu kemarin saat tiba di Bali kemarin (Dia sudah 14 tahun tinggal di Bali dan mendirikan dive center Sea Rovers). Saya sih senang, jadi promosi gratis bagi kami.



Apakah Anda yang unggah foto di Twitter?


Bukan. Tapi foto itu memang foto saya. Saya membuatnya dua tahun lalu dan posting ke situs fotografer bawah laut juga Facebook. Sebenarnya saya pertama memotretnya pada 2005 tapi waktu itu kamera saya jelek.



Kenapa pemerintah kebingungan dengan keberadaan pura Anda. Apa Anda tidak memberi tahu mereka?


Mereka sudah tahu. Pemerintah Kabupaten Singaraja sudah pernah datang untuk presentasi Program Reef Gardener waktu pura baru jadi pada 2005.


VIDEO UNTUK PURA BAWAH LAUT


Selasa, 03 Agustus 2010

Penculikan Anak Berujung Penjualan Organ Tubuh



Jember - Maraknya kasus penculikan bayi dan anak sering dikaitkan dengan dugaan perdagangan organ tubuh, seperti ginjal, kornea mata, hati, dan jantung. Kendati demikian, isu tersebut masih perlu ditelusuri lagi kebenarannya.

Aktivis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) di Kabupaten Jember, Jatim, Dewi Masyitah membenarkan kemungkinan perdagangan organ tubuh anak dengan perdagangan anak ke luar negeri. Namun kasus itu belum pernah ditemukan di sejumlah daerah seperti di Kabupaten Jember.

"Biasanya, perdagangan organ tubuh sering terjadi di kota-kota besar, sedangkan di daerah seperti Jember 'belum' pernah ada," paparnya.

Kendati demikian, kata dia, kemungkinan perdagangan organ tubuh anak-anak bisa saja terjadi di Indonesia, namun belum ada data pasti berapa anak dan perempuan yang menjadi korban perdagangan organ tubuh tersebut.

"Pengawasan terkait dengan perdagangan organ tubuh anak masih lemah di Indonesia, bahkan polisi kesulitan untuk membuktikan hal itu," papar aktivis P3A yang sering mendampingi korban kekerasan terhadap anak dan perempuan ini.


Organ tubuh yang diperdagangkan tersebut tentu berkaitan dengan dunia kedokteran, karena sejumlah negara di Asia dan Eropa telah berhasil melakukan transplantasi organ tubuh seperti kornea mata, hati dan ginjal.

Di bidang kedokteran sendiri, transplantasi hati merupakan salah satu penemuan besar dibidang kedokteran modern dengan sejumlah prosedur yang cukup ketat yang sudah ditetapkan dipatuhi.

Kriteria minimal untuk para calon kasus transplantasi hati telah disusun oleh "American Society Of Liver Transplantation", sehingga transplantasi tidak boleh dilakukan sembarangan.

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, dr H. Hudoyo Sp.PD, mengatakan, seseorang yang mengalami kerusakan ginjal atau hati, bisa melakukan transplantasi untuk mempertahankan hidupnya.

"Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran, seseorang bisa mendapatkan donor ginjal atau hati, namun di Indonesia hal itu masih sedikit," ucapnya mengungkapkan.



Sejauh ini, ada dua kategori donor organ tubuh yakni organ tubuh dari seseorang yang hidup dan dari seseorang yang sudah meninggal.

"Hingga kini, banyak masyarakat yang menentang pengambilan organ tubuh dari jasad manusia. Hal itu bertentangan dengan ajaran agama dan budaya yang menjadi alasan utama masyarakat untuk menolak pengambilan organ tubuh dari jasad," ujarnya.

Di Indonesia tidak semua rumah sakit bisa melaksanakan transplantasi sejumlah organ tubuh karena keterbatasan sarana kesehatan dan tenaga medis yang menguasai hal tersebut.

"Beberapa rumah sakit yang pernah melakukan transplantasi organ tubuh antara lain Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, dan Yogyakarta," tutur pria bertubuh kekar ini.

Di kota-kota besar tersebut biasanya ada pendonor yang bersedia memberikan organ tubuh kepada seseorang, namun sebagian besar pendonor dengan penerima donor organ tubuh masih memiliki hubungan keluarga.

"Jumlah masyarakat yang membutuhkan organ tubuh tidak sebanding dengan jumlah pemberi donor, sehingga kemungkinan praktek jual beli organ tubuh tetap ada," katanya menegaskan.

Di dalam kedokteran, kata dia, praktek jual beli organ tubuh dilarang secara moral dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

"Tidak dibenarkan seorang dokter melakukan operasi cangkok ginjal dengan menggunakan ginjal hasil jual beli organ tubuh manusia," ucap anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jember ini.

Beberapa kasus perdagangan organ tubuh, kata dia, justru marak dilakukan warga Indonesia di Singapura dan Malaysia, dengan korbannya tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Saya belum pernah mendengar jual beli organ tubuh di Indonesia, namun kabarnya warga Indonesia melakukan praktek perdagangan organ tubuh di Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Padahal, tidak semua organ tubuh pendonor tersebut cocok dengan penerima donor, bahkan sebagian operasi gagal dan menyebabkan penerima donor meninggal dunia. Ada penolakan secara otomatis dari tubuh penerima donor, apabila organ tubuh yang didonorkan tidak cocok dengan tubuh penerima donor.

"Transplantasi hati atau ginjal bisa dikatakan berhasil, apabila hidup penerima donor organ tubuh itu bisa bertahan lebih dari lima tahun." tuturnya.



Diperbolehkan

Ketua PCNU Jember, Abdullah, mengatakan, secara agama pengambilan organ tubuh manusia diperbolehkan, asalkan tidak menimbulkan kemudharatan bagi si pendonor dan penerima dengan tujuannya untuk kemanusiaan.

"Mendonorkan organ tubuh secara moral diperkenankan dengan persyaratan-persyaratan tertentu, namun tidak boleh dilakukan secara komersial" kata ulama yang akrab disapa Gus Aab ini.

Dari sisi agama, mendonorkan sesuatu adalah perbuatan yang mulia. Apalagi hal itu bisa menyelamatkan nyawa manusia, asalkan tidak membuat pendonor memiliki risiko tinggi pada kematian.

"Sebagian orang memang rela untuk mendonorkan beberapa bagian organ tubuhnya dengan misi kemanusiaan, asalkan tidak ada kemudharatan yang akan diterima pendonor atau penerima donor," paparnya.

Seiring perkembangan zaman, terkadang manusia memiliki sifat serakah dan materialistis, sehingga apa pun bisa diperdagangkan, tak terkecuali organ tubuh manusia.

"Penjualan organ tubuh dilarang keras oleh agama Islam atau haram hukumnya karena hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama Islam," tuturnya menegaskan.

"Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna karena memiliki akal dan pikiran, sehingga perbuatan menjual organ tubuh manusia adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi," ujarnya menegaskan.

Biasanya yang paling marak donor organ tubuh adalah donor mata dan ginjal, namun jumlah pendonor organ tubuh sangat sedikit dan tidak sebanding dengan pihak yang membutuhkan organ tubuh tersebut.

Kondisi seperti itu memicu manusia untuk bertindak diluar kewajaran, sehingga melakukan praktek ilegal untuk memperdagangkan bagian organ tubuh.




Sementara itu, Pengamat Sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Uned), Drs Hadi Prayitno M.Kes, mengaemukakan, banyaknya kasus penculikan anak dan balita di Indonesia diduga berkaitan dengan perdagangan organ tubuh manusia.

"Terkadang aparat penegak hukum kesulitan untuk membuktikan hal itu karena jaringan perdagangan organ tubuh sangat rapi dan tertutup," katanya.

Kendati demikian, isu yang berkembang tentang kemungkinan penjualan organ tubuh dari kasus-kasus penculikan atau anak hilang itu perlu ditelusuri lebih lanjut, karena hal itu membuat masyarakat yang memiliki anak menjadi khawatir.

Ia menjelaskan, perdagangan organ tubuh manusia disebabkan berbagai faktor antara lain jumlah pasien yang memerlukan donor organ tubuh itu tidak sebanding dengan jumlah warga yang menjadi pendonor, dengan merelakan organnya dipakai orang lain setelah sang donor meninggal.

Penduduk yang paling banyak bersedia menjadi donor berada di negara-negara Eropa, yang rata-rata 12 persen penduduknya memiliki kartu donor. Timpangnya jumlah permintaan organ tubuh dibandingkan dengan jumlah pasien inilah yang kemudian menyuburkan praktek ilegal jual-beli organ tubuh.

"Banyak modus jual beli organ tubuh yang dilakukan oleh sejumlah pihak di antaranya seseorang menjual organ tubuhnya karena terdesak kebutuhan ekonomi, seseorang mencari donor organ tubuh dengan cara menipu, dan diduga sejumlah kasus pembunuhan ditengarai berkaitan erat dengan tujuan mengambil organ tubuh korban, kemudian dijual," katanya.

Selain itu, modus lain yang bisa dilakukan oleh pelaku perdagangan organ tubuh adalah pencurian organ tubuh melalui adopsi dan perdagangan manusia (trafficking) dengan membujuk anak-anak bekerja ke luar negeri secara ilegal untuk dijadikan sasaran penjualan organ tubuh.

"Secara moral, perdagangan organ tubuh melanggar martabat manusia dan HAM. Namun, mendonorkan organ tubuh diperkenankan dengan syarat-syarat tertentu," kata dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial ini.

Menurut Hadi, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan pernah melansir dugaan praktek jual beli bayi untuk dimanfaatkan organ tubuhnya. Bayi tersebut dijual sebesar Rp3 juta hingga Rp 5 juta.

Pembeli bayi biasanya memelihara bayi tersebut hingga berusia tujuh tahun, kemudian mereka dibunuh dan organnya dijual hingga ratusan juta rupiah.

Ia mengemukakan, ada perangkat hukum untuk menjerat pelaku kejahatan jual beli organ tubuh itu, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

"Pasal 33 ayat (2) undang-undang itu menyebutkan, transplantasi organ dan atau jaringan tubuh serta transfusi darah dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang untuk tujuan komersial," ungkpanya.

Pelanggaran terhadap pasal itu diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp300 juta. Namun, belum ada penjelasan secara rinci tentang apa yang dimaksud dengan kemanusiaan dan definisi komersialisasi itu, sehingga aparat penegak hukum kesulitan mengungkap hal tersebut.

Di Kabupaten Jember, kata dia, belum pernah ditemukan kasus penjualan organ tubuh karena biasanya perdagangan organ tubuh berada di kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan peluang terjadinya jual beli organ tubuh yang dilakukan sejumlah pihak melalui sindikat perdagangan organ tubuh di kota tembakau ini.

"Jember merupakan 'kantong' tenaga kerja Indonesia (TKI), sehingga kemungkinan pahlawan devisa Jember bisa jadi menjadi korban perdagangan organ tubuh melalui sindikat internasional," ucap Hadi.

Kasus perdagangan anak yang terjadi di Jember, bukan tidak mungkin menjadi peluang sejumlah pihak yang ingin menikmati keuntungan besar dengan melakukan transaksi jual beli organ tubuh anak tersebut kepada seseorang yang kaya dan mampu membeli organ tubuh itu dengan harga mahal.

"Penjualan organ tubuh seperti itu memang tidak bermoral dan melanggar HAM, namun masih saja ada pihak yang melakukan jual beli organ tubuh. Hal ini sungguh tragis," tuturnya lirih.

Jurnal kesehatan "The Lancet" menyebutkan, harga ginjal di pasaran mencapai 15.000 dolar AS. Sepotong hati manusia harganya mencapai 130.000 dolar AS, sama dengan harga sebuah jantung. Sedangkan harga paru-paru bisa mencapai 150.000 dolar AS.

Tinggi rendahnya harga sejumlah organ tubuh manusia sesuai dengan mekanisme pasar, yakni semakin besar permintaan, harganya semakin mahal.

Diperkirakan jutaan orang mengantre untuk mendapatkan transplantasi organ tubuh, seperti jantung, ginjal, dan hati. Di Indonesia, diperkirakan ada 70.000 penderita gagal ginjal kronis yang membutuhkan cangkok ginjal. Sedangkan di Jepang terdapat 11.000-an penderita gagal ginjal.

Ibukota Akan Pindah Ke Kalimantan



Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi Pemerintahan, Teguh Juwarno, menggulirkan lagi wacana pemindahan ibukota dari Jakarta. Menurut salah satu Ketua Partai Amanat Nasional ini, Jakarta cukup dibebani sebagai pusat perdagangan dan keuangan.

“Itu kan gagasan sudah lama,” kata Teguh kepada VIVAnews.com, Senin, 26 Juli 2010, “Gagasan agar Ibukota negara ditempatkan di wilayah tengah Indonesia.” Wilayah tengah itu dibayangkan PAN terletak di Pulau Kalimantan.

“Saya kira ini sebenarnya gagasan lama yang harus kita hidupkan lagi. Harus kita munculkan lagi di rapat-rapat Komisi II,” kata Teguh.

Alasan pemindahan, kata Teguh, pertama, karena kondisi macet di Jakarta yang semakin parah. Kedua, jika pemindahan dilakukan ke Kalimantan, tentu akan lebih aman dari gempa bumi. Menurut Peta Gempa 2010 yang dilansir pemerintah beberapa waktu lalu, Jakarta termasuk daerah yang rawan gempa. “Soal gempa ini, memperkuat juga gagasan pemindahan ke Kalimantan.”

Teguh menyatakan akan mengkaji prosedur perubahan itu. Kalau konstitusi mengatur ibukota negara harus di Jakarta, Teguh menyatakan, itu bisa disiasati dengan membuat aturan ibukota pemerintahan di tempat lain. “Biar nanti seperti Kuala Lumpur dan Putrajaya,” kata Teguh.

Kemacetan lalu lintas di Jakarta diperkirakan telah membawa kerugian sebesar Rp17,2 triliun setiap tahun. Estimasi itu merupakan hasil penelitian Dinas Perhubungan Jakarta pada 2009. Saat ini, pemerintah mengupayakan pembangunan mass rapid transit di Jakarta dan membangun jalan-jalan baru.

Kemacetan ini membuat iring-iringan pengawalan mobil untuk pejabat negara kerap menjadi kecaman warga. Bahkan, iring-iringan Presiden juga ikut diprotes seorang warga melalui surat terbuka di harian nasional.

Ibukota RI Diusulkan Pindah ke Palangkaraya

Wacana pemindahan ibukota negara mendapat tanggapan positif dari anggota Komisi II DPR RI, untuk mencari kota lain menjadi ibukota negara. Palangkaraya Kalimantan menjadi daerah yang diusulkan menggantikan jakarta sebagai Ibukota RI.

"Jakarta sudah tidak layak lagi menjadi ibu kota. Kota bisnis dan kota pemerintahan tidak dapat dipadukan di Jakarta," kata anggota Komisi II DPR RI, Arif Wibowodi gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/7)

Kendati pemindahan itu masih sebatas wacana, namun menurut beberapa anggota komisi II DPR menganggap ide itu merupakan hal yang ideal, mengingat Jakarta dinilai sudah tidak kondusif untuk dijadikan Ibukota negara.

Hal senada pun dikemukakan Ganjar Pranowo yang menyatakan, Palangkaraya di Kalimantan adalah daerah aman gempa karena tidak masuk ring of fire dan tidak ada gunung berapi di sana. " karena letaknya yang dekat dengan perbatasan pun bagus dari sisi pertahanan, karena daerah perbatasan akan menjadi lebih diperhatikan," jelas Ganjar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR Marzuki Alie telah berniat untuk terus mendorong ide pemindahan ibu kota. "Ini memang domain pemerintah, tapi DPR akan tetap mendorong (realisasinya). Lebih baik ibu kota pindah ke Kalimantan Tengah," ujar Marzuki usai Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang IV DPR. (VIVAnews.com)



Senin, 02 Agustus 2010

Bangsa Lemuria Yang Hilang

http://ariebrain.files.wordpress.com/2010/04/watsonlemuria.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitn4zCtIxMMWkX2TGcct_bRqMtrLfl0CC01XkMOoYTTEUJexupmjunCH_cPfv1z0-JxrDdbFMYe6sHmf6RfNL2yDScssCwqQOZmqwlVnwzF7kxo1eWZY3m4NM0lJ8P6mZn_lAs95Mu7gk/s400/MuMigration.jpg
Mungkin sebagian teman-teman sudah banyak mendengar kisah tentang Atlantis,kalau kisah Lemuria pernah belum?Kalau belum,ada baiknya kita menyimak sekelumit kisah yang aku uraikan di bawah ini,semoga bermanfaat.


SELAIN Atlantis, ternyata masih ada peradaban serupa yang diduga mengalami nasib yang sama dengan Atlantis. Lemuria atau Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75.000 SM – 11.000 SM. Jika dilihat dari periode itu, Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat diperoleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.



Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh-lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.


Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog mempercayai bahwa Easter Island atau Pulau Paskah yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.


Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap di pulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan. Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.


Faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli atau ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka. Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.



Edgar Cayce, seorang spiritualis Amerika melalui ilmu cenayangnya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah kristal generator raksasa yang dikelilingi kristal-kristal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan. Banyak info mengenai Atlantis dan Lemuria diperoleh dengan men-channel kristal-kristal 'old soul' yang pernah digunakan pada kedua jaman ini. Beberapa monumen batu misterius berhasil ditemukan di bawah perairan Yonaguni, Jepang. Mungkinkah monumen-monumen itu merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?


Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang, bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral. Menurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.



Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan. Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian, mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean, sehingga dalam sekejap, Lemuria pun jatuh ke tangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak, ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades).


Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap di planet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan di jauh-jauh hari. Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan. Dari sekelumit kisah yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran.


Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya, termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.

Gambar Keren (Tipuan Mata)

Gambar Keren (Tipuan Mata) awas tertipu!!!

1. Apakah ini adalah gambar kapal laut atau pilar?

refleksi-mata-1

2. Apakah mereka adalah penonton atau gedung?

refleksi-mata-2

3. Berapa banyak kuda yang bisa anda temukan? Jika mata anda cukup tajam, anda seharusnya menemukan 7.

refleksi-mata-3

4. Berapa banyak orang dalam gambar ini?

refleksi-mata-4

5. Cincin yang mustahil

refleksi-mata-5

6. Karpet hidup

refleksi-mata-6

7. Air terjun atau manusia terjun?

refleksi-mata-7

8. Ada lima ekor rusa yang bersembunyi di hutan… Bisakah anda menemukannya?

refleksi-mata-8

9. Berapa pilar yang ada, tiga atau dua????????? Perhatikan pilar tengah. Dimanakah ujungnya?

refleksi-mata-9

10. Bisakah anda menemukan empat orang dalam gambar?

refleksi-mata-10

11. Siapakah yang tertinggi? Percaya atau tidak, ketiganya sama tinggi!

refleksi-mata-11

12. Sebuah wajah? … atau sebuah kata ‘liar’?

refleksi-mata-12

13. Apa yang anda lihat? Bisakah anda melihat kata “LIFT”? Atau hanya sebuah gambar kotak-kotak hitam tanpa makna?

refleksi-mata-13

14. Temukanlah wajah-wajah dalam gambar ini:

Ada sebelas wajah dalam gambar. Bisakah anda menemukan semuanya?
Orang normal akan menemukan empat atau lima.
Jika anda menemukan 8, anda memiliki tingkat ketelitian lebih dari orang normal.
Jika anda menemukan 9, anda memiliki tingkat ketelitian diatas rata-rata.
Jika anda menemukan 10, anda sangat teliti.
Jika anda menemukan 11, anda luar biasa teliti!

refleksi-mata-14

15. Fokuskan pandangan mata anda pada titik di tengah lingkaran, lalu gerakkan kepala anda maju mundur. Aneh, bukan?

refleksi-mata-15

16. Coba perhatikan gambar di bawah ini. Apakah panjang ketiga garis itu berbeda? Semua itu ternyata hanya ilusi mata.

ilusi-garis

17. Coba lihat dari dekat gambar ini, dan ingat gambar tersebut, lalu coba berdiri dari komputer dan mundur 3-4 langkah, lihat kembali gambar tersebut.. aneh ya?!

tipuan-mata-23

tipuan-mata-24

18. Gambarnya berdenyut-denyut.

tipuan-mata-14

19. Berapa titik hitamnya?

tipuan-mata-15

20. Ada tangga melayang?

tipuan-mata-16

21. Spiral? Anda pasti mengira gambar ini adalah gambar spiral, ups.. tunggu dulu coba jari anda menelusuri salah satu garis melingkar, nah apakah anda masih bersikeras mengatakan gambar ini adalah gambar spiral?

tipuan-mata-17

22. Apa yang anda lihat ? Apakah gambar kelihatan berputar?? Mata anda benar-benar tidak jujur, karena gambar ini sebenarnya diam. Kalau tidak percaya perhatikan dengan fokus salah satu lingkaran saja, apakah berputar?

tipuan-mata-19

23. Garis-garis horizontalnya mencong-mencong……………. Coba teliti lagi..!

tipuan-mata-20

24. Bergerakkah gambar ini?

tipuan-mata-22

tipuan-mata-21

Minggu, 01 Agustus 2010

Cari Jodoh disukai di EROPA



Salut gw sama band wali ternyata karya cipta mereka di apresiasikan atau di hargai oleh orang luar negri sampai bisa go internasional. bahkan yang pernah saya lihat ada, salah satu artis yang gogon wanabe bilang lagu katro, tapi ternyata yang katro itu justru mendapatkan apa yang dia impikan selama ini.

Sekali lagi selamat buat wali, terus lah berkarya..... buat yang sering menghina karya orang lain dari sekarang mulai hargailah karya orang lain

Lyat Videonya disini

Versi wali



Versi Fabrizio Faniello

apakah ini plagiat lagunya wali?
ternyata tidak..
setelah searching sebentar, ni bule emang udah minta ijin ke wali untuk alih bahasa lagunya menjadi bahasa inggris

berita dari kapanlagi

Diam-diam kesuksesan lagu Cari Jodoh yang dibawakan band Wali telah melanglang buana di belahan Eropa dan mendapat perhatian dari pecinta musik di sana. Lagu Cari Jodoh, yang versi Inggrisnya berjudul I`m In Love, dilantunkan penyanyi Fabrizio Faniello. Menyusul berikutnya,lagu Baik Baik Sayang dari album kedua Wali siap dialihbahasakan dan kembali dinyanyikan juga Fabrizio.

Tentang rencana ini dibenarkan, Rahayu Kertawiguna dari Nagaswara.”Ya, ada beberapa lagu Wali yang kita versikan ke bahasa Inggris. Kebetulan saya sudah kenal dan lama bermain di music Barat sehingga tahu minat mereka dengan karya musisi Indonesia. Cari Jodoh dan Baik-Baik Sayang adalah lagu yang dialihbahasakan. Mudah-mudahan menjadi karya anak bangsa di luar negeri dan membawa harum nama negara,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu di kantornya di Jakarta Pusat.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Dilanjutkan, kesediaan pihaknya mengubah lagu-lagu tersebut ke bahasa Inggris bukan tanpa alasan. Sebab karya Wali selama ini selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. Bahkan lagu mereka selalu berada di puncak posisi chart music di berbagai stasiun radio dan teve.

“Single-single terbaik mereka selalu bertengger di chart no 1 di semua media cetak maupun media elektronik, menjadi juara di beberapa provider. Makanya kita terus mendukung prestasi mereka,” imbuhnya. (kpl/dis/erl)

lagu yang di negeri sendiri dibilang alay malah dihargain lebih di eropa

Faniello discovered his passion for music at an early age. His teacher advised him to take vocal lessons. However, Faniello was also interested in playing soccer. In 1997 he played for one year in Turin.

When he was 16 however, he chose to make music his profession and returned to Malta. In the meantime he has released 3 successful albums and several singles. Although he has seen the most success in Malta, his singles and albums have been released in many other European countries. He scored a Top 10 hit with “The Whistle Hit” in Sweden in 2004, followed by another small chart hit “Bye Baby Bye Bye” in Sweden in 2005. Faniello is mainly known for light Europop music, but his willingness to experiment outside of conventional song structures, including forays into harsh noise, have been met with critical acclaim.

He participated in the Eurovision Song Contest in 2001 and placed 9th. He also participated several times in the Maltese pre-selection for the Eurovision Song Contest (see below for additional information). In 2006 he once again represented Malta in the Eurovision Song contest, and was placed 24th in the Grand Final.

Faniello’s management is located in Germany and a lot of his songs were written or co-written by German songwriters.
Faniello participated many times in the Maltese pre-selections for the Eurovision Song Contest:

1998 – “More Than Just A Game” (2nd place out of 20 contestants)
1999 – “Thankful For Your Love” (8th place out of 16 contestants)
2000 – “Change Of Heart” (2nd place out of 16 contestants)
2001 – “Another Summer Night” (1st place out of 16 contestants) – (Placed 9th in the Eurovision)
2004 – “Did I Ever Tell You” (3rd place out of 16 contestants)
2005 – “Don’t Tell It” (12th place out of 22 contestants)
2006 – “I Do” (1st place out of 18 contestants) – (Placed 24th in the Eurovision)

The songs “Change Of Heart” and “Another Summer Night” were later included on his debut album When I’m Dreaming. The songs “Did I Ever Tell You” and “Don’t Tell It” were released on his 2005 album Believe.

The first time he won the pre-selections with the song “Another Summer Night”. He represented Malta at the Eurovision Song Contest 2001 in Copenhagen, Denmark and managed to achieve 9th place. This was the start of his international career.

ternyata dia cukup terkenal juga dinegaranya (malta)..
ok dah salut buat wali dan faniello

LinkWithin

wibiya widget